Kamis, 23 Agustus 2018

orbannya dari tahun ke tahun juga terus meningkat. Khusus di Indonesia, sejak 1970 saat permulaan Narkoba melanda remaja khususnya di Jakarta hingga 2000, data kunjungan korban Narkoba di RSKO Jakarta dan Polri, baik rawat inap maupun rawat jalan, menunjukkan signifikan. Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir terjadi lonjakan kasus lebih dari 400 persen. Tercatat 28387 kasus yang dilalui Polri, dan kasus Narkotika menjadi yang terbanyak, yaitu 13803 kasus.

Berdasarkan PPDGJ III (Pedoman Penggolongan Diagnostik Gangguan Jiwa) dan DSM IV, giliran Narkoba dapat didiagnosa sebagai bentuk gangguan kejiwaan. Dan menurut jumhûl ulama, hukum barang bersih ini haram, selain untuk pengobatan. Penggunaan, memperdagangkan, dan memproduksinya merupakan amalan berdosa.

Banyak faktor yang mendorong seseorang menjadi penyalahguna Narkoba. Dalam pemenuhan fungsi-fungsi yang ideal dalam setiap tahap perkembangan manusia, dapat memperbesar kebutuhan seseorang terhadap Narkoba.

Menurut Edward Kaufman (Terapi Keluarga Obat dan Penyalahgunaan Alkohol, 1991), banyak sekali variabel yang harus diperhatikan. Yaitu biologis, psikologis, sosial, dan budaya. Ia mencatat, ada beberapa hal yang digaris bawahi, yaitu mencakup pola-pola kepribadian spesifik, di dalam ketidak-mampuan seseorang dalam mengatasi, dan dan juga perilaku yang tidak asertif.

Berdasarkan penelitiannya terhadap penyalahguna Polydrug (pengguna yang beraneka ragam jenis Narkoba), terlihat tingkat kesalahan, kebingungan, penolakan, kecepatan besar, kebebasan otoritas, dan kemampuan berkelit para pengguna.

Barang bersih ini sangat riskan karena rasa kecanduan hingga ketergantungan penggunanya. Menurut Sarafino (Psikologi Kesehatan; Interaksi Biopsychososial, 1990), kecanduan adalah kondisi yang dihasilkan oleh penggunaan bahan-bahan alami atau sintensis secara terus-menerus, yang membuat penggunanya tergantung secara fisik dan psikologis untuk zat-zat tersebut.

Rice (1996) membedakan antara kecanduan fisik dengan kecanduan psikologis. Kecanduan...... Sedang kecanduan psikologis ditandai dengan berkembangnya kebutuhan terhadap narkoba.

Sementara Frankl menyebutkan, alasan individu mencandu narkoba adalah menemukan seseorang dalam menemukan makna hidup.


  • Pasang Spiritual
Penelitian mutakhir telah menjadi faktor yang penting untuk kesehatan dan psikologis. Menurut Wills, Yeager dan Shandy (Psychology of Addictive Behaviors, 2003) banyak penelitian yang membuktikan bahwa mereka yang terlibat aktif dalam kegiatan keagamaan.

Penyimpangan-penyimpangan yang terjadi dalam jiwa manusia, menurut pandangan psikologi Islam, yang disebabkan ketidak-tundukkan individu terhadap aturan-aturan yang diberikan Sang Khalik. Penyimpangan secara vertikal kepada Sang Maha Pencipta, secara langsung akan memberiahan horizontal antarsesama manusia.

Artinya, akhlak atau tindak tanduk keseharian seseorang sangat ditentukan oleh kebersihan sifat jiwanya dalam kedekatan kepada Sang Khalik, juga cara melakukan tindakan terhadap kemunkaran atau kondisi negatif yang ada di hadapannya.

Suasana perasaan cemas dan gelisah menjadi salah satu pertanda dari kondisi dan keadaan jiwa yang tidak seimbang. Jika seseorang tidak mampu menyelesaikan konflik-konflik yang dialaminya, maka gangguan emosi dalam diri akan muncul tanpa dapat dihindari.

Pasang Spiritual

  • Uploaded by: Unknown
  • Views:
  • Category:
  • Share

    0 komentar:

    Posting Komentar

     

    Our Team Members

    Copyright © GUDANG GARAM | Designed by Templateism.com | WPResearcher.com | Blogger Templates